Gugus Pelindung Amina
Apabila diinginkan yang berekasi
adalah gugus yang kurang reaktif dari dua gugus fungsional yang berbeda, atau
apabila produk pertama dari suatu reaksi mempunyai satu gugus fungsional yang
sama atau lebih reaktif dibandingkan bahan awal, maka gugus yang lebih reaktif harus
dilindungi dengan gugus pelindung. Asam Amina (6) merupakan konstituen protein,
mempunyai dua gugus fungsi yaitu COOH dan gugus NH2, dimana gugus NH2 lebih reaktif dibandingkan gugus COOH.
Apabila menginginkan gugus COOH yang bereaksi maka gugus NH2 harus dilindungi.
Senyawa (4) dapat digunakan sebagai gugus pelindung untuk gugus NH2. Perlu
dicatat bahwa senyawa (4) dapat berekasi dua kali dengan gugus amino, tetapi
produk pertama (7) kurang reaktif karena lebih terkonjugasi dibanding senyawa
(4).
Penggolongan amina dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Amina primer
|
Amina sekunder
|
Amina tersier
|
| R-NH2 | R-NH-R | R3-N |
Dalam sintesis senyawa tiol, RSH,
dengan reaksi alkilasi langsung terhadap H2S merupakan reaksi yang tidak baik,
hal ini disebabkan karena produk yang terbentuk mempunyai reaktivitas yang
relatif sama dengan bahan awal, sehingga reaksi akan berlanjut dan menghasilkan
senyawa sulfida, RSH.
Untuk membuat senyawa tiol dapat
digunakan senyawa tiourea (8) sebagai aktivitas H2S yang terlindungi, garam
tiouronium (9) tidak mampu bereaksi lebih lanjut dan musah terhidrolisi menjadi
tiol.
Senyawa Kaptodiamina (10), suatu
senyawa sedatif dan trankulaser, dapat dipakai sebagai ilustrasi untuk
menerangkan peristiwa sintesis senyawa tiol (11).
Senyawa tiol (11) dapat dibuat
dengan metode tiourea dari halida (13), dan senyawa ini jelas dapat diperoleh
dari produk Friedel-Crafts (14). Diskoneksi selanjutnya akan diperoleh senyawa
benzena tiol sebagai bahan awal, senyawa benzena tiol ini tersedia.
Sumber :
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/dr-amanatie-mpd-msi/buku-kimia-organik-sintesis.pdf
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/dr-amanatie-mpd-msi/buku-kimia-organik-sintesis.pdf
Penambahan, penghilangan, ketahan gugus pelindung serta reaktif terhadap elektrofil atau nukleofil dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Gugus
|
Gugus pelindung (GP)
|
Penambahan
|
Penghilangan
|
Ketahanan GP
|
GP reaktif terhadap
|
Amina
|
Amida
| ||||
RNH2
|
RNHCOR’
|
R’OCCl
|
elektrofil
| ||
Uretan
| |||||
RNHCO.OR’
|
R’OCOCl
|
H2 /katalis
atau HBr
|
elektrofil
|
Basa, nukleofil
| |
RNHCOOBu-t
|
t-BuOCOCl
|
H+
|
elektrofil
|
Basa, nukleofil
| |
flalimida
|
Anhidrida ftalat
|
NH2NH2
|
elektrofil
|
Basa, nukleofil
|




min untuk semua amina ( baca : amina primer,skunder dan tersier) bisa digunain dengan gugus pelindung yang sama ya min?
BalasHapussecara umum smua amina dapat digunakan gugus pelindung yang sama, tetapi gugus pelindung Fmoc tahan untuk kondisi asam dan mudah di deproteksi oleh basa lemah, khususnya amina sekunder
Hapuscoba anda jelaskan pengertian yg lebih sederhana lagi ttg gugus pelindung itu, serta jelaskan dgn contoh mengapa enzim bisa menghilangkan gugus pelindung dlm suatu reaksi!
BalasHapusterima kasih